Title

Prinsip Desain Rumah Islami

Main Image
106
Gallery Image
Description

Apakah memang ada desain rumah yang benar-benar Islami? Tidak ada salahnya untuk membaca artikel di bawah ini terlebih dahulu.

Prinsip 1: Rumah adalah Hijab untuk Wanita
Rumah haruslah sempurna menjadi hijab bagi wanita di dalamnya seperti istri kita dan anak perempuan kita. Ini artinya tidak boleh atau diperkecil kemungkinannya untuk orang yang berada di luar rumah atau tamu yang datang untuk bisa melihat langsung ke dalam rumah, misalnya dengan mendesain letak pintu utama tidak langsung berhadapan dengan ruangan utama di dalam rumah, atau tidak meletakkan jendela kaca (yg mengarah keluar) di ruangan keluarga, atau membuat FOYER, meletakkan partisi, dst, mengingat istri atau anak perempuan kita yang berada di dalam rumah seringkali tidak menutup auratnya secara sempurna. 



Prinsip 2: Ruangan Mushola dan Tempat Wudlu
Sholat adalah ibadah paling utama dalam Islam, tidak hanya sholat 5 waktu yg hukumnya wajib saja, tapi juga sholat-sholat sunnah. Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam memerintahkan (bagi laki-laki) agar sholat-sholat wajib dilaksanakan secara berjamaah di masjid, sedangkan untuk sholat sunnah beliau umumnya melaksanakannya di rumah. Maka, diketahui di jaman kenabian Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam saat itu sudah ada mushola di rumah-rumah (masjidul bait) untuk keperluan sholat-sholat sunnah tersebut, disamping masjid-masjid yg ada di tiap-tiap kabilah untuk pelaksanaan sholat wajib berjamaah, dan masjid jami' untuk pelaksanaan sholat Jumat (yaitu masjid Nabi shalallahu 'alaihi wassalam). Ruangan fungsional ini sangat penting untuk diadakan di setiap keluarga muslim karena disamping untuk pelaksanaan sholat-sholat sunnah juga untuk pelaksanaan sholat-sholat wajib bagi para wanitanya, karena untuk para wanita memang disunnahkan demikian. Tentu saja tempat wudlu melengkapi ruangan mushola, meskipun kita masih bisa menggunakan kamar mandi untuk keperluan wudlu, tapi membuatnya terpisah dari kamar mandi apalagi WC sangat dianjurkan.


Prinsip 3: Ruangan Perpustakaan Kecil Sebagai Sumber Ilmu
Ulama mengatakan bahwa ilmu (agama) wajib dipelajari hingga akhir hayat seorang muslim, untuk itu harus diusahakan agar di setiap rumah seorang muslim terdapat semacam perpustakaan kecil yg berisikan kitab-kitab atau buku-buku Islam untuk dibaca dan menjadi sumber ilmu bagi penghuni rumahnya. Ruang fungsional ini bisa merupakan satu ruang khusus atau bisa digabungkan dengan mushola.


Prinsip 4: Desain Kamar Mandi
Idealnya kamar mandi ada di setiap kamar tidur sehingga privasi terjaga. Tapi untuk kamar mandi yg sifatnya publik atau dipakai bersama jarang sekali orang memperhatikan perlunya ruang ganti pakaian di dalamnya atau di dekatnya yg terintegrasi. Ini untuk mencegah terlihat keluar dari kamar mandi dalam keadaa auratnya belum tertutup secara sempurna. Hal ini tentu saja harus dihindari terutama bagi penghuni wanitanya.


Prinsip 5: Desain Toilet/WC
Toilet/WC juga harus menjadi perhatian karena terdapat hadits-hadits dari Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam yang melarang kita kencing menghadap kiblat [1]. Ini artinya ketika mendesain toilet ini diusahakan agar ketika kita kencing atau BAB tidak menghadap ke arah kiblat (barat). Tetapi sebagian ulama mengatakan hal ini tidak menjadi masalah (boleh menghadap kemana saja) jika berada di dalam ruangan tertutup (bukan ruang terbuka) artinya hal tersebut (kencing menghadap kiblat) bukan suatu keharaman yg mutlak, meskipun jika hal tersebut diterapkan tentu lebih baik dan menenangkan.


Prinsip 6: Desain Kamar Tidur
Tidak ada hal khusus mengenai ini kecuali terdapat hadits yang memerintahkan agar kita memisahkan kamar tidur untuk anak laki-laki dan perempuan [2]. Artinya ketika merencanakan membangun rumah diusahakan saat merancang kamar tidurnya memperhatikan bahwa setidaknya ada 2 kamar untuk anak-anak. Mungkin ketika mereka masih balita tidak menjadi masalah, tapi saat mereka sudah beranjak remaja, biasanya mereka sendiri akan menuntut privasinya masing-masing, terutama anak perempuan. Jika terdapat keterbatasan biaya, kita bisa membangunnya sesuai kemampuan terlebih dahulu, tapi sudah merancangnya dalam desain (tata letak) dan strukturnya, bahwa kelak kita akan membuat kamar tidur tambahan.


Apakah prinsip-prinsip tersebut di atas shahih sebagai definisi rumah Islami? Jawabnya secara khusus tidak, maksudnya Islam tidak secara khusus mengajarkan kepada pemeluknya untuk membuat rumah tinggal dengan syarat-syarat tertentu. Demikian pula rumah Islami bukan juga berarti adalah model rumah-rumah yg ada di negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Islam lainnya. Bukankah Islam itu untuk seluruh alam, bukan hanya untuk negara-negara Arab? Nah, artinya bukan berarti harus mengadopsi desain-desain rumah di sana kan? Jadi bagaimana mendefinisikan "rumah Islami" yg benar? Dalam Islam kita tahu, sebagaimana diajarkan oleh para ulama, bahwa ada prinsip-prinsip dan amalan-amalan yang harus dijalankan bagi pemeluknya, yang mana menurut pendapat kami hal tersebut akan berjalan dengan baik salah satunya adalah jika lingkungan dan rumah tinggal yang ditempati mendukungnya, baik secara desain maupun fungsionalnya, seperti kami telah tuliskan di atas. Setuju tidak? Wallahu'alam bishshawwab.

oleh Sugeng Fajarianto, S.T
_____________________________
[1] Shahih: [Shahiih Sunan Ibni Majah (no. 255)], Shahiih Muslim (I/223 no. 262), Sunan at-Tirmidzi (I/13 no. 16), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (I/24/7), Sunan Ibni Majah (I/115/316), dan Sunan an-Nasa-i (I/38).
[2] Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197; Dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, II/406, no. 505 dengan sanad hasan, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya. 

Referensi hadits: almanhaj.or.id

Attachment File
Category Kategori: Article
Rating
4
Belum ada yang mereview. Anda bisa jadi yang pertama